Uma Lengge: Jejak Budaya dan Cermin Kehidupan

Uma Lengge: Jejak Budaya dan Cermin Kehidupan

Oleh | Agus K Saputra -Tanggal 17 October 2025


Di Desa Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, berdiri sebuah warisan arsitektur tradisional yang hingga kini masih menjadi saksi bisu perjalanan panjang masyarakatnya: Uma Lengge. Nama itu sendiri menyimpan makna yang dalam.

Uma berarti rumah, sedangkan Lengge berarti mengerucut dan menyilang. Dari namanya saja, kita sudah dapat merasakan ada filosofi yang ingin dituturkan—bahwa sebuah rumah bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga ruang simbolik yang mengajarkan tentang keteraturan, keselarasan, dan keterhubungan manusia dengan alam serta sesamanya.

Secara fisik, Uma Lengge berbentuk rumah panggung yang menjulang dengan tiga lantai. Arsitekturnya khas, atapnya mengerucut, strukturnya terbuat dari kayu dan bambu, serta berdiri kokoh di atas tiang-tiang kayu yang tinggi. Meski dibangun tanpa paku, rumah ini terbukti tahan terhadap perubahan cuaca dan waktu. 

Bagi masyarakat Bima, Uma Lengge bukan hanya mahakarya arsitektur tradisi, tetapi juga perwujudan nilai-nilai hidup yang diwariskan turun-temurun.

Setiap lantai Uma Lengge memiliki fungsi yang berbeda, tetapi saling melengkapi. Lantai pertama berfungsi sebagai ruang sosial, tempat menerima tamu, menggelar musyawarah, hingga melaksanakan hajatan adat. Di sinilah masyarakat belajar bahwa kehidupan selalu membutuhkan perjumpaan, dialog, dan kebersamaan. Rumah tradisional ini mengajarkan bahwa manusia tidak pernah bisa hidup sendiri—ia selalu butuh orang lain untuk merayakan suka maupun duka.

Lantai kedua digunakan sebagai ruang privat: tempat tidur dan dapur keluarga. Di sinilah ikatan kekeluargaan dipelihara. Ruang ini mengingatkan bahwa di balik hiruk-pikuk dunia luar, manusia membutuhkan ruang aman untuk kembali, tempat melepas lelah, berbagi kehangatan, serta menjaga api kehidupan yang tak pernah padam.

Lantai ketiga berfungsi sebagai lumbung penyimpanan bahan makanan, terutama padi. Ia menjadi simbol dari kearifan masyarakat agraris yang selalu berpikir jauh ke depan. Menyimpan padi berarti menjaga kesinambungan hidup, memastikan bahwa generasi berikutnya tetap dapat merasakan berkah bumi. Pada titik ini, Uma Lengge menghadirkan pesan filosofis tentang keberlanjutan: bahwa manusia tidak boleh serakah menghabiskan sumber daya, melainkan harus bijak menabung demi masa depan.

Keunikan lain dari Uma Lengge adalah tiga daun pintu yang dimilikinya. Pintu-pintu ini bukan hanya penghubung antara dalam dan luar rumah, tetapi juga sarana komunikasi yang sarat makna.

Jika pintu lantai pertama dan kedua ditutup, hal itu menandakan bahwa sang pemilik rumah sedang bepergian, tetapi masih berada di sekitar kampung. Namun, jika ketiga pintu tertutup rapat, itu berarti tuan rumah sedang bepergian jauh dalam waktu lama. 

Dengan demikian, pintu bukan sekadar kayu yang dibuka atau ditutup, melainkan bahasa tanpa kata, sandi yang disepakati bersama masyarakat.
Inilah bukti bahwa arsitektur tradisional tidak hanya menyelesaikan masalah praktis, tetapi juga menyimpan lapisan simbolis yang memperkuat solidaritas sosial. Dalam kesederhanaan itu, Uma Lengge berbicara: bahwa manusia bisa saling memahami tanpa perlu banyak kata, cukup dengan kesepakatan yang diwariskan.

Seiring dengan perubahan zaman, fungsi Uma Lengge pun mengalami pergeseran. Jika pada awalnya Uma Lengge adalah rumah tempat bernaung, lama-kelamaan ia berubah fungsi menjadi lumbung padi yang terpisah dari rumah penduduk. Perubahan ini mencerminkan fleksibilitas budaya: tradisi tidak mati, tetapi menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat.

Meskipun bergeser fungsi, nilai-nilainya tetap sama. Uma Lengge tetap menjadi simbol ketekunan, kearifan, dan keberlanjutan hidup. Bahkan, fungsi barunya sebagai lumbung menegaskan kembali pentingnya peran pangan dalam keberlangsungan komunitas. Padi, sebagai lambang kemakmuran, ditempatkan pada posisi terhormat di lantai paling tinggi, seakan-akan ia adalah anugerah yang harus dijaga dengan penuh hormat.

Pada tahun 1993, Pemerintah Kabupaten Bima menetapkan Uma Lengge sebagai Cagar Budaya. Keputusan ini bukan semata untuk menjaga bangunan fisiknya, melainkan juga untuk melestarikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan penetapan tersebut, Uma Lengge diakui bukan hanya sebagai milik masyarakat Desa Maria atau Bima, tetapi juga bagian dari warisan bangsa Indonesia.

Namun, pelestarian warisan budaya bukan hanya soal dokumentasi atau penetapan status hukum. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat terus menghidupi nilai-nilainya. Sebab sebuah budaya hanya akan hidup jika dipraktikkan, bukan sekadar dipamerkan. Uma Lengge baru benar-benar berarti jika ia tetap menjadi ruang belajar, ruang berkumpul, ruang simbolik yang membentuk karakter generasi berikutnya.

Uma Lengge sebagai Cermin Kehidupan

Melihat Uma Lengge sama artinya dengan bercermin pada diri sendiri. Tiga lantainya mengingatkan kita pada tiga lapisan kehidupan: sosial, keluarga, dan keberlanjutan. Pintu-pintunya mengajarkan bahwa komunikasi tidak selalu harus ribut, kadang diam pun bisa menjadi bahasa. Atapnya yang mengerucut seakan mengingatkan kita bahwa pada akhirnya semua kembali pada satu titik: Tuhan.

Uma Lengge adalah bukti bahwa masyarakat Bima memiliki kearifan lokal yang kaya filosofi. Dalam kesederhanaan arsitekturnya, ia menyimpan pelajaran mendalam tentang keterhubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dan dengan Sang Pencipta.

Kini, meski modernisasi terus melaju, Uma Lengge tetap berdiri sebagai penanda jati diri. Ia bukan sekadar bangunan kayu yang tua, melainkan simbol keteguhan sebuah masyarakat dalam menjaga warisan leluhur. 

Dari Desa Maria, pesan itu terus bergema: bahwa rumah sejati bukan hanya tempat berteduh, melainkan juga tempat menumbuhkan kebijaksanaan.

#Akuair-Ampenan, 13-10-2025

Bagikan: WhatsApp Instagram Facebook Twitter

Komentar

John Loh
2 months ago

Hey! Are you interested in swapping promotions with other websites for free exposure? Regards, John

Lynette Mccue
1 month ago

Add your kata-nya.com web site to Google Search Index for indexing to have it appear in web search results. Enlist kata-nya.com now at https://searchregister.org

Elma Novotny
3 weeks ago

Register kata-nya.com in GoogleIndex to have it start appearing in search results. Submit kata-nya.com now at https://searchregister.info

Natalie Blocher
3 weeks ago

People are asking AI everything now. Add kata-nya.com to our AI-optimized directory now to increase your chances of being recommended / mentioned. Join now: https://AIREG.pro/

Woodrow Finnegan
2 weeks ago

Hi, list kata-nya.com in GoogleSearchIndex and have it displayed in web search results! Add kata-nya.com now at https://searchregister.org

Freda Fleming
1 week ago

Users search using AI more & more. Add kata-nya.com to our AI-optimized directory now to increase your chances of being recommended / mentioned. List it here: https://AIREG.pro

Savannah Manzo
2 days ago

Hello, Add kata-nya.com to Google Search Index to have it displayed in Search Results! Register kata-nya.com at https://searchregister.org