Dari Gawe alip ke Aksi Lestari: Kajian Ritus Adat Sasak Dimulai di Desa Bayan

Dari Gawe alip ke Aksi Lestari: Kajian Ritus Adat Sasak Dimulai di Desa Bayan

Oleh | Katanya Admin -Tanggal 03 March 2026


KATANYA — Kajian ritus adat Gawe alip resmi memasuki tahap awal pelaksanaan melalui kegiatan pengumpulan data pendahuluan di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari kajian budaya bertajuk “Dari Gawe alip ke Aksi Lestari: Peran Ritus Adat Sasak dalam Menjaga Keseimbangan Ekosistem”, yang mendapat dukungan Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan (Danaindonesiana) pada kategori Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dan Cagar Budaya di tahun 2025.

 

Tahap awal kajian difokuskan pada riset literatur, penelusuran arsip budaya, serta pemetaan awal praktik ritus Gawe alip yang hingga kini masih dijalankan oleh masyarakat adat Sasak Bayan. Langkah ini menjadi bagian dari tujuan kegiatan untuk membangun dasar konseptual dan konteks lapangan sebelum memasuki tahapan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi visual secara langsung.

 

Ketua pengusul kajian, Ahmad Fauzan, yang merupakan akademisi sekaligus dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB), menjelaskan bahwa dimulainya tahap awal ini penting untuk memastikan penelitian berjalan secara sistematis dan berangkat dari pemahaman yang utuh terhadap ritus yang dikaji.

 

“Tahap awal ini kami arahkan untuk membaca kembali Gawe alip secara menyeluruh, baik dari sisi sejarah, struktur ritus, maupun konteks sosial-budaya masyarakat yang menjalaninya,” ujar Ahmad Fauzan saat dijumpai di kampus UNU NTB (28/02).

Menurutnya, Gawe alip merupakan ritus delapan tahunan yang memiliki makna lebih luas dari sekadar ritual keagamaan. 

 

Gawe alip bukan hanya peristiwa spiritual, tetapi juga ruang refleksi kolektif masyarakat Sasak tentang relasi manusia dengan alam, ruang hidup, dan waktu,” jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa ritus ini menyimpan nilai-nilai ekologis yang relevan dengan upaya menjaga keseimbangan ekosistem lokal.

Tim peneliti Gawe Alip sedang berdiskusi dengan tokoh adat Bayan
 


Pemilihan Desa Bayan sebagai lokasi kajian didasarkan pada masih kuatnya praktik Gawe alip di wilayah tersebut, sekaligus posisinya sebagai kawasan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Dalam konteks ini, dokumentasi dan kajian sistematis dipandang penting sebagai bagian dari tujuan kegiatan untuk menjaga keberlanjutan pengetahuan lokal di tengah perubahan sosial dan modernisasi.

 

Dalam pelaksanaan tahap awal, tim peneliti juga melakukan koordinasi awal dengan lembaga adat dan pemerintah desa, sebagai bagian dari pendekatan etnografis yang menempatkan masyarakat adat sebagai subjek utama kajian. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan proses penelitian berlangsung secara etis, partisipatif, dan berakar pada perspektif lokal.

 

Kajian Dari Gawe alip ke Aksi Lestari tidak hanya menargetkan laporan akademik, tetapi juga dokumentasi audiovisual, rekomendasi kebijakan, serta perumusan model konservasi berbasis budaya lokal. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kebijakan pelestarian budaya dan lingkungan, khususnya di wilayah adat dan daerah 3T.

 

Selain itu, kajian ini juga diarahkan untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemajuan kebudayaan melalui riset berbasis komunitas, sekaligus menjembatani dialog antara pengetahuan lokal masyarakat adat dan wacana keberlanjutan lingkungan dalam konteks pembangunan kebudayaan nasional.

 

Melalui dimulainya tahap awal ini, tim peneliti berharap kajian Gawe alip dapat menjadi ruang dialog antara tradisi adat, keberlanjutan ekologi, dan kebijakan kebudayaan, serta memperkuat posisi ritus Gawe alip sebagai bagian penting dari strategi pelestarian budaya dan lingkungan berbasis kearifan lokal.

 

Bagikan: WhatsApp Instagram Facebook Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Terbaru Lainnya

Liputan
“Meminangmu” Karya Gading Suryadmaja: Romantisme Penantian dalam Cinta Milenial

“Meminangmu” Karya Gading Suryadmaja: Romantisme Penantian dalam Cinta Milenial

 KATANYA-Lagu “Meminangmu” karya Gading Suryadmaja meng...

Liputan
Fadli Zon dan Gagasan Negara Peradaban: Menempatkan Kebudayaan sebagai Daya Hidup Nusantara

Fadli Zon dan Gagasan Negara Peradaban: Menempatkan Kebudayaan sebagai Daya Hidup Nusantara

KATANYA-Pernyataan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fa...

Liputan
Kegiatan Kajian Adat Merariq Dimulai, Fokuskan Perlindungan Perempuan Sasak dan Anak

Kegiatan Kajian Adat Merariq Dimulai, Fokuskan Perlindungan Perempuan Sasak dan Anak

KATANYA — Kegiatan kajian kebudayaan bertajuk “Masa Depan Pe...

Liputan
Kerja Senyap Merawat Gendang Beleq di Lombok Utara Mendapat Dukungan Dana Indonesiana

Kerja Senyap Merawat Gendang Beleq di Lombok Utara Mendapat Dukungan Dana Indonesiana

Katanya — Sejak pertengahan Desember 2025, sebuah kerja kaji...

Liputan
Syiar Ramadhan di Ruang Kota: 200 Rebana Bergema di Teras Udayana

Syiar Ramadhan di Ruang Kota: 200 Rebana Bergema di Teras Udayana

KATANYA — Denting rebana menggema di ruang terbuka Taman Ter...

Sastra Mingguan
Laba-Laba di Menara Hijau

Laba-Laba di Menara Hijau

 Musim Menanam BudiMatahari di langit Karang Tengah ter...

Liputan
Dari Tradisi ke Inovasi, Pengrajin Gerabah Banyumulek Perkuat Daya Saing

Dari Tradisi ke Inovasi, Pengrajin Gerabah Banyumulek Perkuat Daya Saing

KATANYA -Upaya meningkatkan daya saing produk lokal terus di...

Gagasan
Merariq di Persimpangan: Tradisi, Stunting, dan Kuasa Perempuan

Merariq di Persimpangan: Tradisi, Stunting, dan Kuasa Perempuan

Merariq—tradisi penculikan simbolik sebelum perkawinan dalam...

Liputan
Tim Program Inovasi Seni Nusantara Universitas Bumigora Sasar Penguatan Pendidikan Karakter dan Revitalisasi Budaya di Lombok Barat

Tim Program Inovasi Seni Nusantara Universitas Bumigora Sasar Penguatan Pendidikan Karakter dan Revitalisasi Budaya di Lombok Barat

KATANYA – Tim Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Universi...

Gagasan
Seni Anggaran Ala John Cage:  Tindakan Eksperimental Pengelolaan Anggaran

Seni Anggaran Ala John Cage: Tindakan Eksperimental Pengelolaan Anggaran

Etis dan Etik Itu Rumit 'Disegerakannya perjalanannya s...